Mengenal Grain Flow pada Proses Cold Forging: Apa dan Mengapa Hal Ini Penting?

Proses forging adalah salah satu metode pembentukan logam yang sudah lama dikenal dan digunakan dalam industri manufaktur. Salah satu varian dari proses forging adalah cold forging, dimana bahan logam dalam keadaan dingin dan ditekan menggunakan alat-alat tertentu untuk membentuk produk akhir. Dalam proses cold forging, grain flow sangat penting untuk diperhatikan karena mempengaruhi kualitas produk akhir.

Apa itu Grain Flow pada Proses Cold Forging?

Grain flow adalah aliran mikro-struktur logam selama proses cold forging. Struktur logam ini terdiri dari sejumlah besar grain, atau partikel logam yang berukuran mikro. Saat bahan logam ditekan, grain flow memainkan peran penting dalam mempengaruhi arah dan bentuk dari produk akhir.


Mengapa Grain Flow Penting pada Proses Cold Forging ?

1. Kualitas Produk Akhir

Grain flow mempengaruhi kualitas produk akhir karena mempengaruhi distribusi tegangan dan kekuatan dalam produk akhir. Apabila grain flow tidak sesuai, maka produk akhir dapat menjadi rapuh dan mudah rusak.

Aliran grain yang baik akan memastikan bahwa grain atau serat material berorientasi secara optimal seiring dengan arah gaya yang diterima pada saat proses forging. Ini akan menghasilkan material dengan kekuatan dan daya tahan yang lebih tinggi.

2. Efisiensi Proses

Grain flow juga mempengaruhi konsistensi produk akhir. Apabila grain flow tidak sesuai, maka produk-produk yang dihasilkan akan berbeda-beda, menurunkan kualitas produk dan membuat sulit untuk memenuhi standar industri.

Bagaimana Cara Mengoptimalkan Grain Flow pada Pengecoran?

Untuk mengoptimalkan grain flow pada benda kerja hasil pengecoran, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan, antara lain:

1. Pengaturan suhu

Suhu yang tepat sangat penting untuk mencapai grain flow yang optimal. Suhu yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan terjadinya kelebihan deformasi dan kualitas benda kerja yang buruk. Sebaliknya, suhu yang terlalu rendah akan menyebabkan proses deformasi menjadi kurang optimal.

2. Desain cetakan

Desain cetakan juga perlu diperhatikan untuk mencapai grain flow yang optimal. Desain cetakan yang baik akan menghasilkan aliran material metal yang tepat dan arah butir yang optimal.

3. Tekanan

Tekanan yang besar pada saat proses pengecoran sangat penting untuk mencapai grain flow yang optimal. Tekanan yang kurang dapat mengakibatkan material metal tidak terdistribusi secara merata dan butir metal tidak terbentuk dengan baik.

Tips untuk Menjaga Grain Flow yang Baik pada Cold Forging

1.  Pastikan bahan logam dalam keadaan dingin sebelum diproses.

2. Gunakan alat yang tepat dan sesuai untuk cold forging, seperti matrik dan pemukul yang sesuai.

3. Pertahankan suhu bahan pada tingkat yang konstan selama proses cold forging.

4. Pastikan bahwa tekanan yang digunakan sesuai dengan spesifikasi dan sesuai dengan jenis bahan yang        diproses.

5. Monitor dan evaluasi grain flow secara berkala untuk memastikan bahwa hasil produk selalu optimal.

Cara memonitor dan evaluasi grain flow secara visual dilakukan menggunakan bantuan mikroskop agar pola aliran grain flow tampak jelas dan detail. Mikroskop yang digunakan umumnya adalah mikroskop jenis stereo, seperti mikroskop Euromex NZ.1903S. Namun untuk dapat menampilkan hasil pengamatan pada monitor / display diperlukan filter tambahan dan pencahayaan khusus agar tampilan dapat terlihat jelas, hal ini dikarenakan grain flow atau fiber flow sangat reflektif yang sangar sulit ditampilkan sensor pada kamera.

Dengan perkembangan teknologi pengamatan grain flow dan fiber flow dapat dilakukan menggunakan mikroskop digital dengan cukup optimal, karena telah ada mikroskop digital yang telah dilengkapi filter polarisasi dan pencahayaan khusus, yaitu Dinolite AM73915MZTL yang dilengkapi dengan caps ring light N3C-R yang memecah cahaya LED dari mikroskop sehingga tampak merata dan menghilangkan reflektif secara maksimal.

Mengerti dan mengontrol grain flow pada proses cold forging sangat penting untuk memastikan bahwa produk memiliki kualitas yang baik. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi grain flow dan mengikuti tips untuk menjaga grain flow yang baik, pabrik dapat mengoptimalkan kualitas produk akhir melalui cold forging.


Cara Membersihkan Mikroskop Digital

Apakah teman – teman pernah menemukan adanya tampilan seperti noda pada layar saat menggunakan mikroskop digital portable ? Hal ini bisa disebabkan adanya beberapa penyebab, seperti : noda debu halus, hewan kecil, atau mungkin sisa objek yang menempel ke lensa. Mungkin juga disebabkan adanya lecet karena penggunaan yang kurang hati – hati. Pada artikel kali ini, kita akan membahas bagaimana cara dan metode dalam menghilangan noda yang muncul pada tampilan layar saat menggunakan mikroskop digital portable dinolite. Sebelum memulai cara menghilangkan kotoran atau noda yang muncul, pastikan terlebih dahulu mikroskop dinolite sudah tidak terhubung sumber listrik apapun ya. Berikut caranya :

Lensa

Apabila ditemukan adanya kotoran atau noda yang tampak pada layar saat pengamatan menggunakan mikroskop digital mikroskop portable dinolite, langkah pertama adalah periksa dengan cara memutar perbesaran dari rendah ke tinggi dengan tujuan mengubah ukuran objek. Jika ternyata tidak ada perubahan ukuran pada kotoran atau noda yang tampak tadi saat perbesaran dirubah, silahkan hubungi kami karena ada kemungkinan masalah ada di sensor.

Dinolite memiliki lensa yang disusun berlapis – lapis yang kompleks dan sensitif. Membersihkannya sangat dibutuhkan tingkat ketelian dan kehati-hatian yang sangat tinggi. Hindari penggunaan alkohol atau cairan yang memiliki sifat keras lainnya karena dapat merusak lensa dan hindari mengoleskan larutan pembersih langsung ke lensa, serta hindari membersihkan yang terus – menerus atau tidak perlu, membersihkan hanya saat memang dirasa perlu.

Langkah pertama dalam membersihkan lensa pada mikroskop digital portable adalah gunakanlah terlebih dahulu compressed gas duster atau pompa debu tangan secara hati – hati untuk mengangkat debu atau kotoran yang menempel pada lensa. Kebanyakan debu cukup dengan menggunakan pompa debu tangan sudah bisa dihilangkan secara mudah. Alat ini dapat dicari di toko – toko peralatan komputer maupun toko online langganan anda atau gunakan tautan berikut ini :

https://tinyurl.com/mzf3ve8a dan https://tinyurl.com/24smzr8a

Gunakan pompa debu sesekali dengan cepat hindari penggunaan yang berlebihan , gunakan secara seefektif mungkin. Penggunaan pompa atau gas terkompresi tidak boleh sampai tersentuh lensa, paling tidak posisikan beberapa inci dari lensa. Perhatikan saat penggunaan tidak tersentuh lensa, pastikan pompa atau gas terkompresi dipegang dengan kuat.

Langkah berikut nya jika langkah pertama belum dapat menghilangkan noda atau kotoran secara menyeluruh adalah menggunakan peralatan pembersih yang dirancang khusus untuk lensa kamera. Peralatan ini bantyak dijumpai di online shop dan toko kamera – kamera di pasaran. Untuk contoh – contoh peralatan pembersih dapat dilihat di link berikut : https://tinyurl.com/3tupw3bv

Gunakan pompa udara terlebih dahulu menggunakan tangan secara perlahan untuk menghilangkan kotoran yang menempel ringan di lensa. Lalu bersihkan debu yang tersisa menggunakan bulu sikat lembut. Jika masih belum bersih menyeluruh gunakan larutan pembersih yang ada pada paket pembelian beberapa tetes ke tisu lensa atau kain pembersih khusus lensa, lalu usap perlahan pada lensa dari arah tengah ke arah luar.

Permukaan luar

Perawatan pada permukaan luar mikroskop portable dinolite lebih mudah dilakukan. Jangan bersihkan permukaan luar bodi mikroskop menggunakan produk alkohol dan jangan rendam mikroskop portable dinolite ke dalam cairan apapun. Untuk membersihkan cukup gunakan produk pembersih non-alkohol dan dilarang keras cairan masuk ke bagian dalam mikroskop, pembersihan hanya untuk permukaan luar.

Pembersihan bagian caps pada mikroskop portable dinolite dapat dilepas terlebih dahulu dari unit mikroskop agar pembersihan lebih mudah dan aman. Caps dapat dibersihkan dalam larutan alkohol encer atau menggunakan air suling,

Jika kedua langkah pembersihan di atas tetap tidak dapat membersihkan kotoran atau noda pada mikroskop portable dinolite, jangan lakukan langkah apapun untuk menghindari kerusakan karena kesalahan proses pembersihan. Silahkan kontak kami untuk bantuan tambahan jika kedua langkah di atas belum dapat

Jangan mencoba metode pembersihan apa pun yang tidak tercantum di atas. Jika masalah tetap ada atau Anda tidak dapat membersihkan lensa dengan cukup menggunakan langkah-langkah ini, hubungi kami untuk dukungan tambahan.

Temperature Penggunaan, Penyimpanan dan Tekanan lingkungan mikroskop 

Dino-Lite Part °F Rating °C Rating
Internal electronic components 14°F ~ 131°F -10°C ~ 55°C
External Housing 14°F ~ 158°/ 176°F -10°C ~ 70°C / 80°C
Microscope USB Cable -4°F ~ 176°F -20°C ~ 80°C
AM nozzle 14°F ~ 266°F -10°C ~ 130°C
AD nozzles 14°F ~ 158°F -10°C ~ 70°C
WF-10 Use: 32°F ~ 104°F

Storage: -4°F ~ 140°F

Use: 0°C ~ 40°C

Storage: -20° C ~ 60° C

Note: Karena keamanan komponen internal, tidak disarankan menggunakan perangkat di lingkungan di atas 70 °C. Dalam aplikasi suhu yang lebih tinggi, disarankan untuk menggunakan unit eksterior body logam seperti series AM7xxx metal.

Jangan membuka / membongkar Dino-Lite komponen ini sangat beresiko terjadi kerusakan bila tidak ditangani oleh ahlinya.